HOME > KURIKULUM KTSP BERGANTI 1 TAHUN LAGI MENJADI K-13

 
 
 
 
 
 
 
 

KURIKULUM KTSP BERGANTI 1 TAHUN LAGI MENJADI K-13

 

Latar Belakang

 

KTSP  merupakan salah satu bentuk kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah di masa sekarang dan yang akan datang. Dengan  mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global. Apabila seluruh komunitas sekolah bertanggung jawab akan visi, misi dan tujuan sekolah untuk membentuk jaringan kerja yang dinamis sesuai misi sekolah, maka mutu pendidikan dalam nuansa proses belajar mengajar akan tumbuh dan berkembang optimal. Ketika kinerja proses belajar mengajar berlangsung optimal, maka mutu hasil belajar tercapai sesuai visi, misi dan tujuan sekolah. Koordinasi dan sinkronisasi kinerja yang terlibat dalam  kegiatan dan dipandu  konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. “Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu dan Kompetitif” semakin luas akan tercapai secara bertahap mulai dari tingkat sekolah. Untuk itu maka setiap sekolah bertugas menyusun rencana strategi manajemen sekolah sebagai sistem dalam Rencana Program Pengembangan Sekolah yang disebut RPPS. Dengan penetapan landasan-landasan undang-undang, UU Sisdiknas No 20 tahun 2003, PP  32 tahun  2013 tentang Standar Nasional Pendidikan , Permendikbud No 68 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Permendibud  No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Permendikbud  No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, dan Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian. Kemudian dikembangkan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. “Pendidikan merupakan investasi yang ditanam masa kini untuk  memanen hasil di hari ini, hari esok dan atau masa datang”, ini merupakan harapan yang muncul di masyarakat kenapa sekolah kita perlu menyusun KTSP dan Kurikulum 2013. Agar  investasi  itu benar-benar membuahkan profit kompetensi untuk Peserta didik dan juga guru diperlukan Manajemen Kurikulum dalam implementasi Manajemen Pembelajaran. Ketika kepala sekolah didukung oleh guru yang memiliki akuntabilitas yang tinggi bersinergis dalam suatu kinerja sekolah, maka derap peningkatan kemampuan peserta didik dalam berperan sebagai pelaku kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dapat terwujud dalam diri Peserta didik yang benar-benar kompeten.

 

      KRITERIAN KETUNTASAN MINIMAL

      SMP Negeri 178 Jakarta

Tahun Pelajaran 2017/2018
 
 
NO
 
Mata Pelajaran
Ganjil
Kelas VII, VIII, IX
Genap
Kelas VII, VIII, IX
 
1
 
Agama
 
72
 
72
 
2
 
Pkn
 
72
 
72
 
3
 
Bahasa Indonesia
 
72
 
72
 
4
 
Bahasa Inggris
 
71
 
71
 
5
 
Matematika
 
68
 
70
 
6
 
IPA
 
71
 
71
 
7
 
IPS
 
71
 
71
 
8
 
Seni Budaya
 
71
 
72
 
9
 
Penjaskes
 
71
 
73
 
10
 
TIK
 
75
 
75
 
11
 
PLKJ
 
-
 
75
 
12
 
Prakarya/ Tata Busana
 
73
 
75
 

 *  Program Remedial.
 a. Remedial wajib diikuti oleh Peserta didik yang belum mencapai KKB dalam setiap kompetensi dasar dan /atau indicator.
a.Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam / di luar jam pembelajaran
b.Kegiatan remedial rneliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian.
c.Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes.maupun nontes.
d.   Kesempatan mengikuti remedial sebanyak tiga(3) kali.
e.Nilai remedial tidak dapat melampaui KKB
 
*    Program Pengayaan
a.  Pengayaan wajib / boleh diikuti oleh Peserta didik yang telah
     mencapai KKB
        dalam setiap Kompetensi Dasar.
   b.      Kegiatan pengayaan dilaksanakan di da/am / di luar jam
        pembelajaran
  c.    Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes
maupun nontes.
d.                                                                             Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya yang bisa       diperhitungkan.
 
*    * Kenaikan Kelas dan Kelulusan.
a. Kenaikan Kelas. 
1.    Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun.
2.   Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan belajar ( KKB ).
3.  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dlm dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
4.  Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan minimal
    sama dgn KKB
5. Tidak naik kelas apabila minimal salah satu kompetensi dari tiga mata pelajaran tidak tuntas
6.   Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 5 % dari jumlah hari efektif selama 1 tahun
7.   Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai < 3,33 dan untuk pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris < 3,00 dari hasil tes formatif.
8.   Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan sudah tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 3,33 dan untuk pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris ≥ 3,00 dari hasil tes formatif.
9.      Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didik dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.
 
*   Kelulusan. 
Kriteria kelulusan sekolah dapat menentukan sesuai dengan persyaratan yang disepakati warga sekolah dan ketentuan yang tertuang dalam POS.
1.        Kelulusan peserta didik dalam UN ditentukan berdasarkan NA
2.         NA sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diperoleh dari nilai gabungan antara nilai Sekolah / Madrasah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN , dengan pembobotan 30 % ( tiga puluh persen ) untuk nilai Sekolah / Madrasah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 70 % (tujuh puluh persen) untuk nilai UN
3.        Peserta didik dinyatakan LULUS UN apabila nilai rata – rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencapai paling rendah 5,5 ( lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol)
 
* LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING.
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah guru yag mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah siswa.
Layanan bimbingan dan konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam menyusun rencana pelayanan bimbingan dan konseling, melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil pelayanan bimbingan dan konseling serta melakukan perbaikan tindak lanjut memanfaatkan hasil evaluasi.
-Kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling. 
Kegiatan layanan di SMP Negeri 178            melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.
 

 

Jadwal layanan Bimbingan dan Konseling
 SMP Negeri 178
 Tahun Pelajaran 2017/2018
No
Jenis Layanan
Tujuan Kegiatan
Materi
Sasaran
Waktu
Pelaksana
1.
Layanan Orientasi
Agar para Peserta didik  memahami lingkungan yang baru dimasukinya sehingga mempermudah dan memperlancar peranannya dilikngkungan baru tersebut.
Pribadi dan sosial
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
2
Layanan Informasi
Agar Peserta didik / siswi memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka mengembangkan dirinya.
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
3
Layanan penempatan dan penyaluran
Agar peserta didik dapat memperoleh penempatan/penyaluran yang tepat didalam kelas, kelompok belajar dan permintaan/ pendalaman minat ekstrakurikuler yang terarah.
Belajar
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
4
Layanan penguasaan konten
Agar peserta didik penguasaan konten tertentu, mengerjakan yang berguna dalam kehidupan disekolah, keluarga dan masayarakat dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter cerdas sesuai dengan potensi dengan potensi dan peminatan dirinya.
-
-
-
-
5
Layanan, Konseling. Perseorangan
Agar peserta didik dapat terbantu mengetaskan masalah pribadinya melalui proserdur perorangan
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
6
Bimbingan Kelompok
Agar peserta didik dapat mengembangkan pribadi kemampuan hubungan sosial kegiatan belajar, karir jabatan dan pengambilan keputusan melalui dinamika kelompok
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
7.
Konseling Kelompok
Agar peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami masing – masing individu melalui dinamika kelompok
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
8.
Layanan Konsultasi
Agar peserta didik dapat memperoleh wawasan pemahaman dengan cara – cara perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan karakter cerdas dan terpuji
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
insindentil
40’
Guru BK wali kelas
Orang tua
9.
Layanan Mediasi
Agar peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji.
Sosial
VII, VIII, IX
40’
Guru BK
10.
Layanan advokasi
Agar peserta didik memperoleh kembali hak – hak dirinya yang tidak terperhatikan dan atau mendapatkan perlakuan yang salah sesuai tuntutan karakter cerdas yang terpuji.
Pribadi
Sosial
Belajar
karir
insindentil
40’
Guru BK wali kelas
Kesiswaan kepsek
Pihak terkait
 
 
 

 

*    Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan 

 

Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/ atau pendukung bimbingan dan konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran)
 

 

1) Di dalam jam pembelajaran:

 

a) Kegiatan tatap muka dilaksanakan secara klasikal dengan rombongan belajar  siswa dalam tiap kelas untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
b) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas (rombongan belajar per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal).
c) Kegiatan tatap muka nonklasikal diselenggarakan dalam bentuk layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
 
 

 

2) Di luar jam pembelajaran:

                  a) Kegiatan tatap muka nonklasikal dengan siswa dilaksanakan  

                     untuk layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan

                     kelompok, konseling kelompok, mediasi, dan advokasi serta

                      kegiatan lainnya yang dapat dilaksana-kan di luar kelas. 

b) Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
c) Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di luar jam pembe-lajaran satuan pendidikan maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan.
Program pelayanan bimbingan dan konseling pada masing-masing satuan pendidikan dikelola oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan memperhatikan keseimbangan dan kesi-nambungan program antarkelas dan antar jenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan bimbingan dan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler dengan mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas satuan pendidikan.
  
 KALENDER PENDIDIKAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan sekolah pada setiap tahun pelajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
A.    Minggu Efektif.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
B.    Jam Efeklif.
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
 
C.    Hari Libur.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
No
Kegiatan
Alokasi Waktu
1.
Minggu efektif belajar
38 minggu
2.
Jeda tengah semester
2 minggu
3.
Jeda antar sernester
2 minggu
4.
Libur akhir tahun pelajaran
3 minggu
5.
Hari libur keagamaan
2 - 4 minggu
6.
Hari libur umum / nasional
2 minggu
7.
Hari libur khusus
1 minggu
8.
Kegiatan khusus sekolah
3 minggu.  
   
Catatan: Alokasi waktu disesuaikan kebutuhan sekolah
 
Tabel Alokasi Waktu Minggu Efektif Belajar,
Waktu Libur, dan Kegiatan.

center line-height:150%td width=/spanspan style=

No.
Bulan
HARI EFEKTIF
HARI LIBUR
Jumlah Hari Per Bulan
SEMESTER
SABTU / MINGGU
UMUM
PUASA / RAYA
1
Juli
5
9
8
 
9
31
2
Agustus
18
 
10
 
3
31
3
September
22
 
8
 
 
30
4
Oktober
20
4
5
1
1
31
5
November
20
 
10
 
 
30
6
Desember
15
7
8
 
1
31
7
Januari
20
 
9
2
 
31
8
Februari
19
 
8
1
 
28
9
Maret
19
3
8
1
 
31
10
April
21
 
8
1
 
30
11
Mei
19
 
9
3
 
31
12
Juni
16
2
8
1
3
30
 
Jumlah
 
216
 
25
 
99
 
10
 
17
 
365
 
 * Penetapan Kalender Pendidikan. 
1.    Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
2.    Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
3.    Pemerintah Pusat / Provinsi / Kabupaten / Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan.

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
.:: Website SMP Negeri 178 Jakarta::.

x